NKBNo. 74 HOSANA Syair dan lagu: Hosanna; Zangbundel - Johan de Heer Terjemahan: Tim Nyanyian GKI Hosana, Hosana, Hosana! Hosana pujilah terus, nyanyikanlah syukur, kepada Yesus, Penebus, dendangkanlah mazmur! Refrein Hosana berkumandanglah, dengarkan suaranya! Hai putra-putri, nyanyilah bersama malakNya!
Didalam homilinya yang pertama sebagai 'Paus' pada tahun 1978, di dalam pidato yang sama ini yang akan selamanya menandai permulaan pelayanan penggembalaannya, Minggu 22 Oktober 1978, Yohanes Paulus II mengumumkan kepada dunia bahwa MANUSIA adalah Kristus, Putra Allah yang hidup dari Matius 16:16!
Sekarang bila Yesus harus memerintahkan orang-orang se-zamanNya untuk sujud-menyembah Dia, maka sesungguhnya tidak ada signifikansinya sama sekali. Namun demikian dapat kita temukan dalam bukti-bukti Alkitabiah, bahwa meskipun Yesus tidak minta disembah, namun Ia tidak pernah menolak/melarang orang menyembahNya.
MengenaliKebenaran -- Bab 1. Arti dan Sumber Wewenang []1.1 Arti wewenang. Wewenang adalah hak atau kuasa untuk mewajibkan kepatuhan. Akhir-akhir ini ada krisis wewenang yang menyebar luas dalam masyarakat, dan satu-satunya wewenang yang diterima oleh banyak orang adalah wewenang yang secara sadar dipilih oleh dirinya sendiri.
Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd Nợ Xấu. Jakarta Ilmuwan Inggris telah menemukan potret baru wajah Yesus. Rupanya gambar ini berbeda dengan apa yang selama ini digambarkan di berbagai lukisan atau potret yang dipajang di banyak gereja. Selama ini para ilmuwan meyakini bahwa sampai saat ini penampakan gambar Yesus adalah murni dari imajinasi seniman. Tidak ada kerangka dan DNA untuk menganalisa secara akurat. Bahkan Kitab Suci Perjanjian Baru tidak pernah memberikan gambaran yang jelas tentang rupa Yesus Kristus. Namun demikian, seperti dikabarkan TheSun, Selasa 15/12/2015, kemajuan dalam ilmu antropologi forensik memungkinkan para ahli menciptakan apa yang mereka yakini, yaitu menemukan gambaran paling akurat dari Yesus. Dibantu oleh ahli arkeolog dari Israel, para ahli ini menggunakan metode yang sama dengan polisi saat melacak penjahat untuk menemukan penampakan wajah aslinya. Jelaskan Apa yang Dimaksud dengan Komposisi pada Seni Rupa? Ini Penjelasannya Apa itu Estetika? Asal Usul, Filosofi, dan Pendekatannya Seniman Asal Belanda Tampilkan Pameran Litter Critters, Lengkap dengan Workshop Daur Ulang Gratis Wanita Ini Menikah dengan Yesus, Bagaimana Bisa? Situs Pengadilan Yesus Ditemukan di Yerusalem Ada Patung 'Yesus Terbang' di Australia Richard Neave, seniman ahli medis dokter lulusan University of Manchester yang memimpin penelitian ini, selama dua dekade telah berhasil merekonstruksi puluhan wajah terkenal, mulai dari Philip II dari Makedonia hingga ayah dari Alexander Agung Raja Midas Frigia. Neave dan timnya kemudian menggunakan computerized tomography untuk membuat irisan sinar X dari sebuah tengkorak. Hal ini bertujuan untuk mengumpulkan data yang kompleks tentang struktur wajah, otot, dan kulit. Dengan teknologi ini, para ilmuwan mampu membangun gambaran tiga dimensi rekonstruksi wajah Yesus. Uniknya, pencarian para ahli ini tidak menemukan sama sekali penampakan Yesus Kristus dengan rambut emasnya, bermata sayu, berkulit pucat, dan gambaran umum lainnya tentang sosok Yesus seperti yang diyakini dan tergambarkan banyak orang hingga saat ini. Berlawanan dengan kepercayaan populer, para ahli justru meyakini bahwa Yesus Kristus memiliki mata gelap, bertubuh pendek seperti kebanyakan orang saat itu dan berjanggut tebal seperti orang Yahudi pada umumnya. Sementara itu, Alison Galloway, seorang profesor antropologi dari University of California mengatakan, “Gambaran Neave tentang sosok Yesus Kristus merupakan gambaran yang mungkin lebih dekat dengan kebenaran daripada pekerjaan banyak guru besar lainnya.” Ibo **Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini **Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Jakarta - Wajah Yesus yang dikenal semua orang hari ini konon bukanlah wajah Yesus yang sebenarnya. Yesus dengan rambut panjang berwarna terang, wajah agak tirus, berkulit terang, dan tubuh lumayan jangkung baru dikenal luas di lingkungan gereja setelah abad masa Paus Gregorius, ada banyak "versi" wajah dan sosok Yesus. Kala itu, para pemuka agama Kristen masih berbeda pendapat bagaimana mereka seharusnya menggambarkan sosok Yesus. Apalagi Kitab Injil juga tak memberikan gambaran yang jelas seperti apa wajah dan sosok Yesus. Dalam satu lukisan pada dinding sinagoge di Dura Europos, Suriah, bertarikh 235, wajah Yesus muda digambarkan licin tak berjenggot dan berambut dengan jenggot tebal dan rambut panjang baru muncul pada abad ke-4 pada mural di Katakombe Marcellinus & Peter di Via Labicana, juga di Katakombe Commodilla di Via Ostiensis, keduanya berada di Kota Roma, Italia. Sosok Yesus berjenggot tebal ini ada kemungkinan "menyerap" sosok dewa-dewa Yunani dan Romawi. Lukisan Yesus di tiang salib baru menyusul seabad benar wajah dan sosok Yesus seperti yang kita kenal hari ini? Menurut Carlos F. Cardoza-Orlandi, profesor di Seminari Theologia Columbia, Atlanta, seperti apa wajah Yesus di lukisan sangat dipengaruhi kebudayaan setempat. "Kebudayaan Barat terang paling dominan.... Yesus di belahan dunia lain kadang digambarkan berkulit gelap, berwajah Arab atau Hispanik," kata Carlos kepada Popular jika Kitab Injil jadi rujukan, besar kemungkinan wajah dan sosok Yesus yang sebenarnya sama sekali tak mirip dengan gambar yang dikenal semua orang hari ini. Menurut Kitab Injil Matius, sebelum Yesus ditangkap di Taman Gethsemani, Yudas Iskariot harus menjelaskan dengan detail seperti apa sosok Yesus kepada prajurit Romawi supaya mereka tak salah tangkap. Besar kemungkinan, tak seperti gambaran hari ini, sosok Yesus tak banyak beda dengan sosok berulang kali, dengan rupa-rupa cara dan teknologi, para peneliti berusaha menggambarkan seperti apa wajah Yesus. Pada 2001, dengan menggunakan aplikasi di komputer, BBC1 "meramal" wajah Yesus. BBC1 mengkombinasikan lukisan lama dengan tengkorak keturunan Yahudi yang hidup pada masa hidup di lukisan karya Carl Bloch/WikimediaHasilnya sama sekali tak mirip dengan rata-rata lukisan Yesus hari ini. BBC1 mengklaim wajah Yesus hasil simulasi mereka paling mendekati wajah Yesus sebenarnya. "Ini memang bukan wajah Yesus, tapi dengan informasi ilmiah yang kami peroleh, inilah wajah Yesus yang paling mirip," kata Lorraine Heggessey dari BBC1. Banyak yang memuji, tapi juga ada yang mengkritik simulasi BBC1. "Mereka membuat Yesus tampak seperti pasien tuberkulosis," kata Mataji Nirmala Devi, pendiri Sahaja Yoga, seperti dikutip Michele Bacci dalam bukunya, The Many Faces of Christ.
- Manusia dan segala teknologinya terus berusaha mengungkap tabir misteri masa lampau. Termasuk, mengungkap wajah tokoh-tokoh yang hidup di masa belum ada peralatan fotografi. Yang terbaru seperti dikutip dari Daily Mail, Richard Neave, seorang pakar forensik dari University of Manchester, mencoba menggambar wajah Yesus Kristus dengan teknik forensic antropologi. Teknik ini biasa digunakan untuk menggambar wajah pelaku tindak kriminal. Sketsa wajah Yesus melalui teknologi forensik c 2015 Foto/Daily Mail Hasilnya mengejutkan. Wajah Yesus versi Richard sangat berbeda dengan wajah yang selama ini ada di lukisan-lukisan. Bukannya punya wajah pria kaukasia berambut pirang bule, Yesus versi Richard lebih mengarah ke wajah khas bangsa Galilea, yang ada di utara Israel. Kulitnya lebah gelap,hidungnya juga tak semancung sosok Yesus yang banyak digunakan saat ini. Richard Neave sendiri bukan ahli forensik kemarin sore. Dia sosok senior di bidang forensik perwajahan. Pernah terlibat dalam penulisan buku panduan forensik berjudul Making Faces Using Forensic And Archaeological Evidence. Neave juga pernah merekonstruksi wajah dari Philip II dari Macedonia, dan Raja Midas dari Phrygia. Neave mengatakan, rekonstruksi wajah Yesus ini berangkat dari bentuk tengkorak kebanyakan dari bangsa di mana Yesus tinggal. Tim rekonstruksi Neave juga meyakini Yesus punya rambut pendek bergelombang dan brewok, sebagaimana tradisi bangsa Yahudi ketika itu. Dengan catatan postur tubuh rata-rata masyarakat di mana Yesus tinggal ketika itu, tim Neave meyakini bahwa Yesus hanya’ punya tinggi sekitar 5 kaki 1,5 meter.
Selama ini kita hanya mengenal wajah dan karakter Yesus dan keluarganya dari peradaban Barat. Last updated Nov 22, 2021 Soares da Costa Filho, seorang desainer asal Brasil merekonstruksi wajah Bunda Maria ketika berusia 25 tahun menggunakan teknologi forensik canggih dengan menggabungkan data dari Kain Kafan dengan kecerdasan buatan. Atila Soares da Costa Filho. Foto Dilansir dari Aleteia edisi Italia, Soares menggunakan titik awal dan dasar utama rekonstruksi dari wajah Kristus yang dibuat oleh ahli ilustrasi dan animasi 3D Ray Dowing dan berdasarkan Kain Kafan Suci. Atila Soares da Costa Filho memiliki gelar dalam Desain Industri dan ahli dalam Sejarah, Filsafat, Gereja Abad Pertengahan, Sejarah Seni, Antropologi dan Sosiologi serta penulis berbagai buku dan kontributor majalah terkenal seperti Focus dan Humanitas. Ia juga anggota komite ilmiah Yayasan Gioconda Zurich, Yayasan Leonardo da Vinci Milan dan proyek L’Invisibile nell’Arte Roma. Wajah Kristus Sebagai Dasar Soares mengambil wajah Kristus sebagai dasar dengan pemahaman berdasarkan Kitab Suci bahwa Kristus adalah Tuhan, ia menjadi daging, melalui penyatuan hipostatik sifat ilahi dan sifat manusia, dan satu-satunya partisipasi “biologis” terjadi di pihak Maria. Juga menurut Kitab Suci, Santo Yosef adalah ayah angkat Yesus, dan karena itu tidak ada partisipasi biologis dalam dirinya. Wajah Bunda Maria versi dewasa, oleh Átila Soares da Costa Filho. Berdasarkan data iman ini, Soares sampai pada kesimpulan bahwa Yesus akan menerima 50% DNA Maria dan 50% Roh Kudus, melalui pembuahan yang sempurna. Oleh karena itu, satu-satunya data genetik manusia berasal dari Perawan Maria dan garis keturunan kerajaannya sebagai keturunan Daud. Analisis spekulatif ini membawanya pada kesimpulan bahwa Kristus menyerupai Bunda-Nya, dan gambaran “nyata” terdekat yang kita miliki tentang Putra tercetak pada Kain Kafan Suci, jadi kita harus “menerjemahkan” sifat-sifat itu ke dalam versi perempuan. Wajah Bunda Maria versi remaja oleh Átila Soares da Costa Filho. Animasi digital Langkah selanjutnya adalah memanfaatkan teknologi baru untuk dapat memberikan “kehidupan” pada wajah Maria menggunakan animasi digital. Hasilnya sangat mengejutkan Soares, karena wajah ini sangat jauh dari gambaran Bunda Maria versi renaisans atau barok. Kesimpulan dari eksperimen ini telah disetujui oleh ahli sindonologi Barrie M. Schwortz, fotografer resmi dari Proyek Penelitian bersejarah tentang Kain Kafan Suci Turin 1978-1981. Barrie merupakan pendiri sumber informasi terbesar dan terpenting tentang Kafan Suci yang pernah dibuat—dan yang sekarang, atas undangan, juga menyertakan studi ini sebagai referensi. Soares juga membagikan artikel di mana dia menjelaskan proyeknya dalam versi Italia dengan terjemahan oleh Valeria Vincenti, tersedia di sini. ** adalah media berita online independen, terbuka, dan berintegritas, menyajikan berita, informasi, dan data secara khusus seputar Gereja Katolik di Indonesia dan dunia.
wajah yesus versi afrika